Maskapai milik Indonesia Termasuk yang ‘Paling Tak On Time’ di Dunia

Kabar datang dari maskapai penerbangan Indonesia. AirAsia X, masuk ke dalam daftar maskapai dengan kinerja on tim atau ketepatan waktu paling rendah secara global. Daftar itu disusun oleh OAG, Perusahaan Analis Perjalanan asal Inggris berdasarkan sebanyak 57 juta catatan penerbangan sepanjang tahun 2017.

AirAsia Indonesia Belum Buka Suara

Di dalam kajian ini, maskapai dikatakan bisa tepat waktu apabila mereka bisa mendaratkan pesawat paling lambat 15 menit dari waktu yang dijadwalkan sebelumnya. Indonesia AirAsia X mempunyai OTP sebesar 56,8%, masuk ke dalam 5 terbawah.

Baskoro Adiwiyono, Jubir Indonesia AirAsia, ketika dihubungi dan dilansir dari BBC Indonesia mengatakan bahwa untuk saat ini pihaknya belum dapat memberikan komentar atas peringkat OTP yang mana dikeluarkan oleh OAG. Sedangkan pengamat penerbangan, Garry Soejatman, mengatakan bahwa dirinya tak terlalu kaget dengan skor kinerja on time atau tepat waktu yang mana didapatkan oleh maskapai yang ada di Indonesia.

Ia pun menjelaskan bahwa OTP dari maskapai ini pun terkait dengan OTP bandara dan skor untuk bandara Soekarno Hatta, pusat operasional dari maskapai-maskapai penerbangan yang ada di Indonesia, tidak terlalu memuaskan.

Yang Molor dan Juga Tepat Waktu

  1. Untuk peringkat OTP paling buruk, berdasarkan OAG adalh Air Inuit dari Kanada yang mencatatkan hanya sebesar 44,6%. Lalu disusul dengan Avivor Airlines yang berasal dari Venzuela sebesar 53,5%, kemudian ada Shenzen Airlines yang berasal dari Cina dengan presentase 53.5% dan yang terakhir ada LASCA-Lineas Aereas Costarricences dari Costa Rica dengan presentase 54,2%.
  2. Dua maskapai penerbangan Filipina bisa masuk ke 10 besar yang molor yakni Cebu Pacific Air dari Filipina dengan presentase 57,6% dan juga ada Philipnines AirAsia Inc dari Filipina dengan presentase 58%.
  3. Peringkat tepat waktu yang paling baik bisa diraih oleh airBaltic yang berasal dari Latvia dengan catatan OTP sebesar 90.01%. lalu airBaltic disusul oleh maskapai penerbangan dari Hong Kong yakni Hong Kong Airlines dengan presentase 88,83% dan setelah itu Hawaiian Airlines dengan presentase 87,24% pada peringkat yang ketiga.
  4. Adapun yang masuk ke dalam 10 besar tepat waktu setelah ketiga maskapai di atas adalah Copa Airlines (86,39%), Qantas Airlines (86,18%), Japan Airlines (85,27%), Vueling Airlines (85,25%), Jetser Asia (85,08%), Skymark Airlines (85%), dan akhirnya Aer Lingus (84,46%).

On time performance atau OTP dari bandaranya saja hanya 65%, jadi tidak terlalu mengagetkan apabila OTP maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia pada kisaran 60% saja,” ujar Gerry dikutip dari BBC Indonesia. “Bandara-bandara besar myang ada di Indonesia sudah sangat padat. Apabila kalau ada satu hal yang mana menyebabkan keterlambatan itu kalau misalnya mau terbang lagi jadi lama sekali. Itu lah yang terefleksi dari OTP-nya,” imbuhnya.

Ada Faktor Cuaca

Ia menambahkan dan menjelaskan lebih lanjut, “Kapasitas landasan Poker Online Terpercaya yang ada di Indonesia sangat terbatas. Kita bisa lihat di Jakarta (bandara), Surabaya, dan juga Denpasar. Itu juga masih penuh. Apabila ketiganya digabungkan, ini bisa mewakili kurang lebih 75% kegiatan penerbangan yang ada di Indonesia. jadi kalau ada delay (keterlambatan) dampak lanjutnya menjadi besar sekali.”

Di luar faktor bandara juga ada faktor cuaca. Menurut Garry juga cuaca ekstrem terasa semakin banyak dan itu yang membuat keterlambatan. Makin sering bandara misalnya ditutup sementara maka juga akan berpengaruh pada OTP di Indonesia.

 

Perkasa, Manchester City Bekuk Watford FC 3-1

Manchester City membuktikan kalau mereka masih dalam jalur juara Premier League. Terbaru, City berhasil membekuk Watford FC dengan skor 3-1 di kandangnya sendiri, stadion Etihad dalam pertandingan yang tersaji Rabu (3/1) dini hari waktu Indonesia. Bahkan gol pertama tercipta sangat cepat ketika pertandingan Togel bali berjalan sekitar 30 detik lewat tendangan Raheem Sterling yang memanfaatkan umpan terobosan David Silva dan Leroy Sané.

 

Empat menit berselang, The Citizenskembali mendapat peluang emas tetapi tendangan John Stone masih melambung di atas gawang. City menambah pundi-pundi golnya saat pemain Watford, Christian Kabasele melakukan gol bunuh diri akibat gagal mengantisipasi umpan silang Kevin De Bruyne di menit ke-13. Skor 2-0 untuk City unggul hingga akhir babak pertama.

 

Sudah unggul, City mencoba bermain lebih santai di babak kedua. Hingga akhirnya di menit ke-63, City memperlebar kemenangan jadi 3-0 berkat gol Sergio Aguero. Tak ingin pulang dengan memalukan, Watford memperkecil ketertinggalan di menit ke-82 lewat gol Andre Gray. Dengan hasil ini, City semakin mantap di posisi puncak klasemen sementara Premiere League. Dari 22 pertandingan yang sudah dijalani, City mampu mengumpulkan 62 poin, 15 poin lebih unggul daripada rival abadinya, Manchester United di posisi kedua.

 

Rekor Kemenangan City Yang Sudah Pudar

 

Andai saja City bisa memenangkan pertandingan saat melawat ke Crystal Palace di stadion Selhurst Park hari Minggu (31/12) malam, tentu saja mereka akan memperpanjang rekor kemenangan berturut-turut selama 20 pertandingan. Namun apa daya, City justru secara mengejutkan bermain imbang tanpa gol melawan klub peringkat 14 klasemen sementara Premiere League itu.

 

Selain tumbangnya rekor 18 kali kemenangan, pertandingan melawan Palace itu bak mimpi buruk bagi City. Begitu frustasi karena gagal mencetak gol, dua pemain City bahkan terlibat pertengkaran. Mereka adalah Bruyne dan Sané yang saling mengomel karena kesalahpahaman. Bukan cuma itu saja, City juga harus merelakan Bruyne dan Gabriel Jesus mengalami cedera. Bahkan Jesus harus absen sekitar 4-8 pekan ke depan karena peristiwa ini.

 

Pep Guardiola Berburu Alexis Sanchez

 

Meskipun masih berkuasa di Premier League, City sepertinya tak berhenti dalam memburu pemain. Kabar santer berhembus jika pelatih Pep Guardiola begitu berhasrat untuk mendapatkan Alexis Sanchez. Kabar ini seolah makin kuat karena sampai saat ini Sanchez belum memperpanjang kontraknya di Arsenal. Hanya saja keinginan Guardiola itu bukanlah sesuatu yang harus terjadi secepatnya.

 

Daily Mail melaporkan jika Guardiola berharap kalau Sanchez masih tetap bertahan di Arsenal hingga akhir musim. Sekedar informasi, Guardiola dan Sanchez memang sempat bersama-sama kala dirinya menjadi pelatih Barcelona. Bahkan pada musim panas 2017, rumor jika Sanchez merapat ke stadion Etihad sempat menguat meskipun akhirnya informasi menyebutkan jika pesepakbola kelahiran Chile, 29 tahun itu baru akan bergabung ke City pada Januari 2018.

 

“Saya tidak tahu. Dia pemain Arsenal dan saya pikir dia akan bertahan di sana hingga akhir musim. City akan mengadakan pertemuan internal dan kita lihat apa yang terbaik untuk dilakukan bulan ini. Tapi Sanchez adalah pemain Arsenal,” ungkap Guardiola. Pernyataan ini seolah menyiratkan sinyal jika Guardiola berharap City mengeluarkan biaya seminimal mungkin untuk merekrut Sanchez. Arsenal kini memang masih ada di posisi kelima klasemen sementara liga Inggris. Hingga 21 pertandingan, Arsenal sudah mengumpulkan 38 poin, selisih dua poin dari Tottenham Hostpur di posisi kelima.