Rekomendasi Film Tentang Hiking Dan Mendaki Gunung

Apakah Anda mempunyai hobby hiking atau mendaki gunung? Bila memang demikian berarti Anda tak boleh melewatkan  film-film yang menceritakan tentang pendakian berikut ini. Berbagai peristiwa yang harus ditempuh karakter film dalam mencapai puncak tentu akan membuat Anda terhanyut termasuk kebahagiaan ketika sudah tiba di tempat tujuan. Film-film tentang pendakian, baik film nasional atau Hollywood memang sudah banyak dirilis, sebagai referensi untuk Anda, inilah 5 yang terbaik.

 

5 Rekomendasi film tentang pendakian dan hiking

Bagi Anda yang mengaku penggemar gunung sejati, berarti film-film berikut  ini tak boleh dilewatkan.

 

Seven years in Tibet

Film yang dibintagni oleh Brad Pitt ini memang telah cukup lama dirilis yaitu pada tahun 1997 dengan latar belakang tahun 1944. Film ini bermula dari seorang anggota partai Nasionalis yang juga seorang pendaki professional bernama Henrich Harrer, diperankan oleh Brad Pitt. Ia mempunyai cita-cita untuk menaklukkan puncak pegunungan Himalaya, Nanga Parbat. Bukan hal yang mudah untuk mewujudkan mimpinya itu karena harus menghadapi tantangan alam seperti longsoran salju dan badai yang sewaktu-waktu dapat mencabut nyawa mereka. Setelah turun gunung, malangnya rombongan ini justru ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena pendakian mereka bersamaan waktunya dengan pecahnya perang antara Jerman dan Inggris.

 

Everest

Dibintangi oleh Jason Clarke, Jake Gyllenhaal serta Keira Knightley, film Everest diangkat dari kisah nyata perjuangan tim pendaki untuk menaklukkan gunung Everest. Tantangan alam lagi-lagi harus menjadi penghalang mereka mulai dari medan yang sulit, hantaman badai, serta kondisi cuaca yang tak dapat diprediksi. Beberapa orang dalam tim berhasil selamat sementara yang lainnya harus kehilangan nyawa di salah satu puncak yang tertinggi di dunia itu.

 

Into Thin Air: Death on Everest

Gunung Everest rupanya banyak memberikan inspirasi www.gadispoker.com bagi para sineas untuk membuat film dengan latar belakang gunung tersebut. Into Thin Air: Death on Everest diangkat dari sebuah novel karya Jon Krakauer dengan judul Into Thin Air: A Personal Account of the Mt. Everest Disaster.

Film ini mengisahkan perjuangan sekelompok pendaki professional untuk tiba di puncak Everest. Cuaca buruk, gangguan teknis, dan berbagai kesulitan lainnya membuat tim terpecah. Beberapa  orang mengundurkan diri dan kembali turun, yang lainnya bahkan mengalami nasib yang lebih mengenaskan karena terjebak dalam badai hingga dijemput ajal. Kepala tim tersebut juga mengalami nasib yang sama karena kelelahan dan kehabisan oksigen.

 

K2: The Ultimate High

Film ini mengisahkan persahabatan dua orang pendaki yang berniat menaklukkan gunung tertinggi kedua di dunia yaitu K2 yang terletak di pegunungan Himalaya. Dua sahabat tersebut, Harold dan Taylor mengalami musibah dalam perjalanan hingga Harold mengalami cedera berat. Kakinya yang patah tak memungkinkannya untuk melanjutkan misi mereka, tetapi ia mendorong sahabatnya untuk tetap menuju puncak.  Untungnya keduanya berhasil selamat dengan bantuan dari masyarakat setempat.

 

North Face

Film ini mengambil seting waktu tahun 1936 dimana dua sahabat yang sama-sama pendaki professional mengikuti kompetisi pendakian Gunung Eiger di Pegunungan Alpen. Toni Kurz dan Andi Hinterstoisser bertekad menaklukkan gunung yang sebelumnya tak pernah didaki oleh siapa pun. Keduanya berkompetisi dengan ketat melawan pendaki Austria, tetapi medan yang sulit selama pendakian lambat laun membuat kedua tim justru saling tolong-menolong dan melupakan kompetisi tersebut. Berbagai kecelakaan yang terjadi ditambah kondisi alam yang semakin buruk mau tak mau memaksa mereka menghentikan pendakian.

 

Yang mana favorit Anda?

Juventus Terus Coba Dekati Pemain Liverpool Emre Can

Direktur Jenderal Juventus Giuseppe Marotta mengatakan klub juara Serie A itu mencoba “semua yang mereka bisa” untuk menandatangani Emre Can dari Liverpool. Apalagi kontrak pemain berusia 24 tahun tersebut dengan Liverpool juga akan segera habis pada 30 Juni ini, berarti dia bebas menandatangani kontrak pra-kontrak dengan klub di luar Liga Primer. Inilah yang membuat klub seperti Juventus berusaha untuk mendapatkannya.

Juventus Berusaha Yakinkan Emre Can

Kendati Can dapat mengatur pembicaraan lebih lanjut dengan Liverpool bulan ini mengenai masa depannya, Juventus tetap berusaha untuk meyakinkannya bahwa Turin adalah tempat terbaik untuk sang pemain berkembang. “Emre Can adalah pemain yang kontraknya akan segera habis, jadi ini memungkinkan kami mendekati dia untuk negosiasi dan itu adalah kursus yang telah kami lakukan,” kata Marotta.

Dia melanjutkan; “Saya tidak bisa mengatakan apakah dia bisa menandatangani kontrak baru dengan Liverpool atau tidak, tapi saya dapat mengatakan bahwa kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan pemain tersebut.Tentunya, kami harus menghormati keinginan pemain Togel hongkong tersebut.”

Pemain internasional Jerman tersebut dikabarkan telah mencapai jalan buntu dengan Liverpool selama negosiasi sebelumnya, akibat keengganan The Reds untuk mematahkan preseden klub mereka dan memasukkan klausul buy-out ke dalam kesepakatan baru. Can sendiri sejak kepindahan ke Anfield dari Bayer Leverkusen senilai £ 9.75 juta pada tahun 2014 membuatnya tumbuh menjadi bintang di kancah internasional dan menjadi pemain reguler di set up Jerman.

“Agen saya menjaga segalanya tapi saya di sini sampai musim panas, saya belum menandatangani apapun (dengan Juventus) atau siapapun,” kata Can. Dia melanjutkan; “Saya berbicara dengan semua orang, tentu saja saya berbicara dengan Liverpool.Mengapa tidak?Saya masih memiliki kontrak di sini.Ini adalah klub yang menakjubkan.Apa yang bisa, saya katakan dan Agen saya melakukan sisanya.

Emre Can Atur Pembicaraan Kontrak Dengan Liverpool

Emre Can bisa saja mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Liverpool bulan ini mengenai masa depannya. Adapun kontrak saat ini akan berakhir dalam enam bulan, sehingga dia bisa meninggalkan Merseyside kapan saja dia mau. Menariknya, berbagai spekulasi telah meningkat karena kemungkinan dia akan pindah dengan melakukan kontrak pra-kontrak dengan klub lain.

Pemain internasional asal Jerman tersebut dikabarkan tenagah mencapai jalan buntu dengan The Reds selama negosiasi sebelumnya. Juventus telah banyak dikaitkan dengan pemain berusia 24 tahun tersebut dan telah membuat ketertarikan mereka pada sang pemain. Hanya saja, Seperti yang baru-baru ini dilaporkan oleh media, Can mengungkapkan dia tidak memiliki kesepakatan yang ada dengan tim Italia menjelang beralih musim panas.

Sang agen pemain akan kembali duduk bersama Liverpool untuk mendiskusikan pilihan untuk melanjutkan diskusi dan kesepakatan apakah Can tinggal dengan tim Jurgen Klopp atau tidak. Walau demikian, Can tetap berusaha semaksimal mungkin untuk membela klub hingga akhir masa pengabdiannya.”Saya hanya berkonsentrasi pada penampilan dan sepak bola saya, saya akan memberikan segalanya untuk tim ini,” tambah Jerman itu.

Belum ada kabar selanjutnya apakah Can tetap tidak mencapai kesepakatan dengan Liverpool atau tidak dan apakah Can menerima tawaran Juventus atau tidak termasuk juga masih ada kemungkinan lain seperti klub lain yang tertarik dengan Emre Can. Kita akan segera tahu setelah perkembangan selanjutnya terjadi. Pastikan untuk tetap update informasi tentang Emre Can dan pemain serta klub lainnya di sini.

Maskapai milik Indonesia Termasuk yang ‘Paling Tak On Time’ di Dunia

Kabar datang dari maskapai penerbangan Indonesia. AirAsia X, masuk ke dalam daftar maskapai dengan kinerja on tim atau ketepatan waktu paling rendah secara global. Daftar itu disusun oleh OAG, Perusahaan Analis Perjalanan asal Inggris berdasarkan sebanyak 57 juta catatan penerbangan sepanjang tahun 2017.

AirAsia Indonesia Belum Buka Suara

Di dalam kajian ini, maskapai dikatakan bisa tepat waktu apabila mereka bisa mendaratkan pesawat paling lambat 15 menit dari waktu yang dijadwalkan sebelumnya. Indonesia AirAsia X mempunyai OTP sebesar 56,8%, masuk ke dalam 5 terbawah.

Baskoro Adiwiyono, Jubir Indonesia AirAsia, ketika dihubungi dan dilansir dari BBC Indonesia mengatakan bahwa untuk saat ini pihaknya belum dapat memberikan komentar atas peringkat OTP yang mana dikeluarkan oleh OAG. Sedangkan pengamat penerbangan, Garry Soejatman, mengatakan bahwa dirinya tak terlalu kaget dengan skor kinerja on time atau tepat waktu yang mana didapatkan oleh maskapai yang ada di Indonesia.

Ia pun menjelaskan bahwa OTP dari maskapai ini pun terkait dengan OTP bandara dan skor untuk bandara Soekarno Hatta, pusat operasional dari maskapai-maskapai penerbangan yang ada di Indonesia, tidak terlalu memuaskan.

Yang Molor dan Juga Tepat Waktu

  1. Untuk peringkat OTP paling buruk, berdasarkan OAG adalh Air Inuit dari Kanada yang mencatatkan hanya sebesar 44,6%. Lalu disusul dengan Avivor Airlines yang berasal dari Venzuela sebesar 53,5%, kemudian ada Shenzen Airlines yang berasal dari Cina dengan presentase 53.5% dan yang terakhir ada LASCA-Lineas Aereas Costarricences dari Costa Rica dengan presentase 54,2%.
  2. Dua maskapai penerbangan Filipina bisa masuk ke 10 besar yang molor yakni Cebu Pacific Air dari Filipina dengan presentase 57,6% dan juga ada Philipnines AirAsia Inc dari Filipina dengan presentase 58%.
  3. Peringkat tepat waktu yang paling baik bisa diraih oleh airBaltic yang berasal dari Latvia dengan catatan OTP sebesar 90.01%. lalu airBaltic disusul oleh maskapai penerbangan dari Hong Kong yakni Hong Kong Airlines dengan presentase 88,83% dan setelah itu Hawaiian Airlines dengan presentase 87,24% pada peringkat yang ketiga.
  4. Adapun yang masuk ke dalam 10 besar tepat waktu setelah ketiga maskapai di atas adalah Copa Airlines (86,39%), Qantas Airlines (86,18%), Japan Airlines (85,27%), Vueling Airlines (85,25%), Jetser Asia (85,08%), Skymark Airlines (85%), dan akhirnya Aer Lingus (84,46%).

On time performance atau OTP dari bandaranya saja hanya 65%, jadi tidak terlalu mengagetkan apabila OTP maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia pada kisaran 60% saja,” ujar Gerry dikutip dari BBC Indonesia. “Bandara-bandara besar myang ada di Indonesia sudah sangat padat. Apabila kalau ada satu hal yang mana menyebabkan keterlambatan itu kalau misalnya mau terbang lagi jadi lama sekali. Itu lah yang terefleksi dari OTP-nya,” imbuhnya.

Ada Faktor Cuaca

Ia menambahkan dan menjelaskan lebih lanjut, “Kapasitas landasan Poker Online Terpercaya yang ada di Indonesia sangat terbatas. Kita bisa lihat di Jakarta (bandara), Surabaya, dan juga Denpasar. Itu juga masih penuh. Apabila ketiganya digabungkan, ini bisa mewakili kurang lebih 75% kegiatan penerbangan yang ada di Indonesia. jadi kalau ada delay (keterlambatan) dampak lanjutnya menjadi besar sekali.”

Di luar faktor bandara juga ada faktor cuaca. Menurut Garry juga cuaca ekstrem terasa semakin banyak dan itu yang membuat keterlambatan. Makin sering bandara misalnya ditutup sementara maka juga akan berpengaruh pada OTP di Indonesia.

 

Perkasa, Manchester City Bekuk Watford FC 3-1

Manchester City membuktikan kalau mereka masih dalam jalur juara Premier League. Terbaru, City berhasil membekuk Watford FC dengan skor 3-1 di kandangnya sendiri, stadion Etihad dalam pertandingan yang tersaji Rabu (3/1) dini hari waktu Indonesia. Bahkan gol pertama tercipta sangat cepat ketika pertandingan Togel bali berjalan sekitar 30 detik lewat tendangan Raheem Sterling yang memanfaatkan umpan terobosan David Silva dan Leroy Sané.

 

Empat menit berselang, The Citizenskembali mendapat peluang emas tetapi tendangan John Stone masih melambung di atas gawang. City menambah pundi-pundi golnya saat pemain Watford, Christian Kabasele melakukan gol bunuh diri akibat gagal mengantisipasi umpan silang Kevin De Bruyne di menit ke-13. Skor 2-0 untuk City unggul hingga akhir babak pertama.

 

Sudah unggul, City mencoba bermain lebih santai di babak kedua. Hingga akhirnya di menit ke-63, City memperlebar kemenangan jadi 3-0 berkat gol Sergio Aguero. Tak ingin pulang dengan memalukan, Watford memperkecil ketertinggalan di menit ke-82 lewat gol Andre Gray. Dengan hasil ini, City semakin mantap di posisi puncak klasemen sementara Premiere League. Dari 22 pertandingan yang sudah dijalani, City mampu mengumpulkan 62 poin, 15 poin lebih unggul daripada rival abadinya, Manchester United di posisi kedua.

 

Rekor Kemenangan City Yang Sudah Pudar

 

Andai saja City bisa memenangkan pertandingan saat melawat ke Crystal Palace di stadion Selhurst Park hari Minggu (31/12) malam, tentu saja mereka akan memperpanjang rekor kemenangan berturut-turut selama 20 pertandingan. Namun apa daya, City justru secara mengejutkan bermain imbang tanpa gol melawan klub peringkat 14 klasemen sementara Premiere League itu.

 

Selain tumbangnya rekor 18 kali kemenangan, pertandingan melawan Palace itu bak mimpi buruk bagi City. Begitu frustasi karena gagal mencetak gol, dua pemain City bahkan terlibat pertengkaran. Mereka adalah Bruyne dan Sané yang saling mengomel karena kesalahpahaman. Bukan cuma itu saja, City juga harus merelakan Bruyne dan Gabriel Jesus mengalami cedera. Bahkan Jesus harus absen sekitar 4-8 pekan ke depan karena peristiwa ini.

 

Pep Guardiola Berburu Alexis Sanchez

 

Meskipun masih berkuasa di Premier League, City sepertinya tak berhenti dalam memburu pemain. Kabar santer berhembus jika pelatih Pep Guardiola begitu berhasrat untuk mendapatkan Alexis Sanchez. Kabar ini seolah makin kuat karena sampai saat ini Sanchez belum memperpanjang kontraknya di Arsenal. Hanya saja keinginan Guardiola itu bukanlah sesuatu yang harus terjadi secepatnya.

 

Daily Mail melaporkan jika Guardiola berharap kalau Sanchez masih tetap bertahan di Arsenal hingga akhir musim. Sekedar informasi, Guardiola dan Sanchez memang sempat bersama-sama kala dirinya menjadi pelatih Barcelona. Bahkan pada musim panas 2017, rumor jika Sanchez merapat ke stadion Etihad sempat menguat meskipun akhirnya informasi menyebutkan jika pesepakbola kelahiran Chile, 29 tahun itu baru akan bergabung ke City pada Januari 2018.

 

“Saya tidak tahu. Dia pemain Arsenal dan saya pikir dia akan bertahan di sana hingga akhir musim. City akan mengadakan pertemuan internal dan kita lihat apa yang terbaik untuk dilakukan bulan ini. Tapi Sanchez adalah pemain Arsenal,” ungkap Guardiola. Pernyataan ini seolah menyiratkan sinyal jika Guardiola berharap City mengeluarkan biaya seminimal mungkin untuk merekrut Sanchez. Arsenal kini memang masih ada di posisi kelima klasemen sementara liga Inggris. Hingga 21 pertandingan, Arsenal sudah mengumpulkan 38 poin, selisih dua poin dari Tottenham Hostpur di posisi kelima.