Fakta-fakta film Gundala

Kalau di Hollywood ada Ironman, Captain Amerika, atau Wonder Woman, di tanah air juga punya superhero asli Indonesia seperti Wiro Sableng dan Gundala. Kisah Wiro Sableng telah diangkat ke layar  lebar beberapa waktu yang lalu dan sekarang giliran Gundala untuk disaksikan ramai-ramai bersama keluarga. Film ini besutan sutradara kawakan Joko Anwar dan menurutnya jalan ceritanya lebih mengangkat kearifan lokal. Tentu ini jauh berbeda dengan film-film superhero Hollywood karena disesuaikan dengan market di tanah air.

 

Tentu saja di sini Anda tak akan menyaksikan efek visual menakjubkan sebagaimana menonton film Avengers End Game yang juga baru tayang. Salah satu alasannya karena memang industry film Indonesia masih terbatas dari segi sumber daya. Meski demikian Joko Anwar tetap optimis mampu menyuguhkan sesuatu yang menghibur, unik, dan berbeda. Menurutnya film ini akan lebih banyak menghadirkan hiburan bagi indera pendengaran para penonton. Bagi Anda yang berniat menyaksikan film jagoan bursa togel singapura ini, sebaiknya ketahui dulu fakta-fakta tentang Gundala berikut ini.

 

Fakta-fakta tentang film Gundala

Agar lebih memahami kisah Gundala ini, tak ada salahnya menambah wawasan Anda tentang fakta-fakta yang unik di bawah ini.

  • Sama seperti Wiro Sableng, Gundala juga film adaptasi  dari komik berjudul “Gundala Putra Petir” karya Harya Suraminata yang mempunyai 23 seri dan diterbitkan di tahun 1962. Pemutaran perdana film ini juga bertepatan dengan 50 tahun terbitnya komik itu. Gundala mendapatkan kekuatannya setelah tersambar petir, sosoknya mungkin dapat disamakan dengan Flash dari DC Comics.
  • Film ini diharapkan dapat membuat penonton meresapi keresahan diri yang digambarkan si tokoh utama karena Gundala sebenarnya manusia biasa. Dengan kemampuannya masing-masing sebenarnya semua orang dapat menjadi superhero.
  • Cukup  banyak actor terkenal yang terlibat dalam film ini, yaitu Abimana Aryasetya sebagai Gundala atau Sancaka sebagai alter egonya, kemudian ada pula Rio Dewanto, Tara Basro, Marissa Anita, serta Bront Palarae sebagai sang Vilain.
  • Pesan moral yang dapat diambil dengan menonton film ini adalah keadilan sebagaimana film-film bertema pahlawan super lainnya. Gundala yang mendapat anugerah kekuatan super berupaya berjuang demi keadilan bagi orang-orang di sekitarnya. Diharapkan nilai-nilai tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih berpihak kepada kebenaran dan keadilan.
  • Film Gundala digambarkan bernuansa gelap  dan sepanjang film dipenuhi adegan laga. Meskipun demikian film ini juga masih dapat dinikmati oleh mereka yang lebih suka tontonan ringan. Salah satu adegan yang cukup menegangkan adalah saat Gundala berkelahi di atas kereta yang berjalan.
  • Selain Gundala ada satu tokoh lagi yang menarik perhatian yaitu Awang atau Godam saat dirinya menjelma menjadi superhero. Awang diperkirakan berasal dari dimensi parallel yang menjadi bagian dalam universe superhero Indonesia. Di tahun 1996 pernah dirilis sebuah komik berjudul Patriot  yang mengisahkan 4  pahlawan super yaitu Gundala, Godam, Aquanus, dan Maza.
  • Sejak perilisan trailernya di Youtube film ini sudah langsung menarik perhatian masyarakat Indonesia. Umumnya mereka menyambut hangat kemunculan film ini yang dinilai dapat berkontribusi dalam memajukan industry perfilman dalam negeri. Timo Tjahjanto, sutradara yang dikenal bertangan dingin juga turut memberikan komentar positifnya akan film Gundala ini di media social. Demikian pula rekan-rekan pemain film Abimana yang membanjiri akun medsos sang actor dengan ucapan selamat, salah satunya dari Iko Uwais.

Nah, siap menonton filmnya di bioskop?

 

Simon Pegg dan Sentuhan Komedi di Mission: Impossible-Fallout

Simon Pegg dan Sentuhan Komedi di Mission Impossible Fallout

Dengan semua kerja keras yang dilakukan dan berbagai aksi luar biasa dari Tom Cruise, franchise Mission: Impossible memang terlihat seperti bisnis yang sangat serius. Namun, ketika Simon Pegg dihadirkan di film tersebut, bisa dipastikan penggemar akan menemukan candaan segar yang membuat film semakin menarik. Bisa dikatakan, Simon Pegg memberikan warna segar di film ini.

Adegan Mengundang Gelak Tawa

Dalam setidaknya satu scene, Simon Pegg berhasil membuat penonton tertawa bersama dengan pendatang baru di waralaba ini, Henry Cavill. Dalam sebuah wawancara Mission: Impossible – Fallout, Pegg mengungkapkan bahwa dia tertawa lepas pada saat adegan yang mengorbankan aktor Superman, Henry Cavill, saat keduanya terlibat dalam pembuatan film dengan aksi melakukan kejar-kejaran mobil Paris di film.

Pegg mengatakan; “Aku mendukung Ving dan Henry, keduanya adalah pria besar. Pada satu scene, Henry memutuskan tidak ingin naik ke mobil lagi karena sangat sempit, sehingga dia berkata, “Saya akan berlari ke sana.” Dan kami mengendarai mobil sementara di sebelahnya dia berlari, dan saya menyanyikan lagu Superman sambil membuka jendela ke arahnya.”

Walaupun Simon Pegg tidak menyebutkan secara khusus lagu judi togel apa yang dinyanyikan yang diambil dari film Superman, sepertinya dia menyanyikan lagu tema Superman klasik karya John Williams ketimbang karya lain yang hadir di film DC saat ini. Ini masuk akal karena kebanyakan orang akan menebak lagi yang sama ketika memikirkan musik Superman. Bahkan, tema yang sama juga digunakan di Justice League walaupun hanya sebentar.

Bagaimanapun, adegan Henry Cavill berlari di samping mobil ini membuat penonton teringat akan sesuatu. Ya, dia pada dasarnya tetap terlihat seperti Superman walaupun ketika itu dia tidak mengenakan setelan sang superhero. Jika karakter film sudah menempel pada satu pemeran, memang sulit untuk dihilangkan. Inilah yang membuat adegan Henry Cavill dan Simon Pegg menjadi sangat menarik.

Henry Cavill Memiliki Selera Humor

Adegan yang dimaksud oleh Pegg adalah ketika tim IMF mencoba melarikan diri di jalanan Paris dengan menggunakan mobil BMW kecil. Simon Pegg, Henry Cavill, dan Ving Rhames semua duduk di kursi belakang bersama-sama. Walaupun sebenarnya muat, tapi ruangan di mobil belakang sangat sempit. Simon Pegg mungkin bisa disebut satu-satunya manusia dengan “ukuran normal” di antara ketiganya. Ya, Cavill dan Rhames memiliki ukuran tubuh yang besar sehingga membuat kursi belakang tidak nyaman.

Inilah yang dipikirkan oleh Cavill, daripada duduk di ruangan sempit, dia lebih memilih untuk berlari. Apalagi, peran Henry Cavill di Superman dan Mission: Impossible juga memiliki sedikit banyak kesamaan walaupun Simon Pegg tidak menyanyikan lagu tema Superman saat pengambilan gambar. Simon Pegg menggoda Henry Cavill di adegan tersebut dan tentu saja membuat banyak penonton tertawa.

Mungkin saja jika perannya sebagai sosok dibalik karakter Superman, termasuk di film besarnya dengan rambut dan wajah khasnya akan sedikit banyak terpengaruhi oleh beberapa adegan yang ada di Mission: Impossible. Cavill juga tidak bercerita tentang lelucon tersebut. Namun, menurut Simon Pegg, dia pria yang memiliki selera humor cukup tinggi sehingga dia pun akan berpikir apa yang dilakukan Pegg adalah hal lucu.

Buat Anda yang penasaran dengan adegan tersebut, bisa menonton film Mission: Impossible-Fallout. Film ini dibuat dengan sangat serius. Berbagai adegan mendebarkan semakin membuat film menarik. Tentu saja, hadirnya Simon Pegg dan beberapa pemeran lain memberikan warna dan suasana berbeda sehingga film tampak lebih segar.

Belum Tayang, ‘SOLO: A STAR WARS STORY’ Hujan Kritikan

Sebagai sebuah ikon budaya, saga Star Wars memang mencetak box office yang sangat menggiurkan. Tak heran kalau akhirnya berbagai proyek spin-off atau cerita lepas para tokoh Star Wars seolah bergantian dapat giliran tampil. Dan saat ini giliran diberikan kepada Han Solo. Memilih jadwal rilis 25 Mei 2018, LucasFilm siap menayangkan SOLO: A STAR WARS STORY.

 

Hampir dua bulan menuju perilisan, SOLO: A STAR WARS STORY justru meraih banyak kritik termasuk rumor plagiat. Plagiat ini bukanlah pada adegan film, melainkan pada poster SOLO: A STAR WARS STORY yang menampilkan para karakter film itu. Terungkap kalau poster itu serupa dengan cover album rilisan label Sony Music Prancis. Adalah Hachim Bahous, seniman cover-cover album itu yang pertama kali berani bicara soal isu plagiat.

 

Diunggah di akun Facebook pribadinya, Bahous memposting empat cover album karyanya sekaligus poster SOLO: A STAR WARS STORY yang memang serupa. Terlihat pada foto poster SOLO: A STAR WARS STORY, ada karakter Han Solo (Alden Ehrenreich), Lando Calrissian (Donald Glover), Qi’ra (Emilia Clarke) dan Chewbacca (Joonas Suotamo) dalam setiap karakter huruf SOLO. Untuk cover album buatan Bahous, ada empat poster untuk kompilasi Funk, Jazz, Electronic Funk dan Soul lengkap dengan para musisi yang bergaya mirip poster SOLO. Mengenai rumor ini, Disney dan LucasFilm pun kompak tidak bicara.

 

Atas kemiripan ini, Bahous menulis, “Saya merasa tersanjung karya saya diakui, tapi tetap saja ada pemalsuan. Saya tidak dimintai izin, saya berharap bisa dihargai dan dibayar atas pekerjaan yang sudah saya lakukan untuk Sony.”

 

Disney Kecewa Berat Dengan Alden Ehrenreich

 

Kendati hampir seluruh film dari semesta Star Wars selalu sukses, Disney tampak pesimis dengan SOLO ini yang memang memiliki banyak sekali masalah. Berawal dari pemecatan Phil Lord dan Christopher Miller sebagai sutradara yang digantikan oleh Ron Howard sampai kasus Ehrenreich sebagai aktor utama. Tampak kecewa berat, sebuah sumber menyebut kalau Disney sampai menyewa pelatih akting pribadi untuk Ehrenreich karena sangat mengecewakan. Tak berhenti di situ, aktor Michael K Williams memutuskan mundur sebagai Dryden Vos di tengah proses produksi dan digantikansang pemeran Vision dalam MCU, Paul Bettany, yang membuat banyak adegan syuting ulang.

 

‘SOLO’ Ungkap Cuplikan Perdana di Super Bowl LII

 

Meskipun terjegal skandal plagiat, SOLO: A STAR WARS STORY tetap melakukan promosi jelang perilisan. LucasFilm mengungkapkan cuplikan perdana SOLO di acara Super Bowl LII, Minnesota, Amerika Serikat pada awal Februari 2018. Lewat cuplikan satu menit itu, anda bisa melihat aksi Han yang ingin bergabung ke dalam Empire sebagai pilot.

 

Anda juga bisa melihat sosok Lando, Qi’ra dan mentor Tobias Beckett (Woody Harrelson) yang nantinya bakal jadi pelatih Han Solo. Yang menggembirakan fans, Chewbaca mendadak muncul dan berdiri di samping Han. Dalam cuplikan adegan itu, jelas bahwa SOLO: A STAR WARS STORY akan mengajak para penonton bandar togel hongkong bertualang saat Han masih muda dalam mengarungi galaksi.

 

Lewat SOLO, anda juga akan menelusuri jejak masa lalu Chewbacca dan sang penjudi tenar, Lando Calrissian yang akhirnya jadi karakter-karakter ikonik  dalam dunia Star Wars. Anda juga bisa melihat Thandie Newton sebagai Val, Phoebe Waller-Bridge sebagai L3-37 dan Bettany sebagai Dryden Vos sang penjahat kriminal dalam prekuel Star Wars ini.

 

Film solo Venom akan dirilis di 2018

Walaupun asal-usulnya berasal dari komik Spider-Man, tetapi faktanya tokoh favorit selain Peter Parker tersebut tak akan menjadi bagian dari seri film si manusia laba-laba. Sony tampaknya bermaksud merilis Sony’s Marvel Universe “milik” nya sendiri dengan peluncuran  film solo tersebut. Film Venom rencananya akan dirilis pada tanggal 5 oktober 2018 di Amerika.

 

Sekilas film Venom

Bila Anda masih ingat, terciptanya Venom pernah diungkap pada film Spider-Man 3. Tokoh Venom pada film tersebut awalnya adalah wartawan Judi Poker biasa, Eddie Brock yang kariernya dihancurkan oleh Peter Parker. Secara kebetulan jurnalis junior itu juga dirasuki oleh parasit jahat yang sebelumnya juga telah mengubah karakter Spider Man hingga ia tega menghancurkan reputasi mantan rekannya tersebut.

 

Pada film solonya kali ini tokoh utama, Venom, diperankan oleh Tom Hardy, actor watak tampan yang dikenal telah menyabet banyak penghargaan di bidang acting. Selain itu deretan pemain pendukung seperti Jenny Slate dan Michelle Williams tentu menjanjikan tontonan yang luar biasa. Terinspirasi dari suksesnya Deadpool serta Logan, Venom juga akan mengungkap dengan gaya anti mainstream sisi gelap seorang Eddie Brock. Ini tentu menawarkan tontonan yang berbeda dari film bergenre superhero.

 

Asal-usul Venom

Mahkluk jahat yang merasuki Peter dan Eddie sesungguhnya adalah seorang Symbiote, seorang alien yang berasal dari planet Klyntar. Faktanya mereka adalah alien yang cinta damai dan harus mencari inang dari spesies makhluk lainnya yang juga baik fisik dan moralnya. Tujuan dari perilaku ini adalah untuk membentuk pasukan dengan misi menjaga perdamaian semesta.

 

Ada kalanya para Symbiote menjadi mahkluk buas jika inang yang ditumpanginya adalah orang yang berkarakter buruk. Anda mungkin bisa melihat bagaimana Carnage dan Venom menjadi monster yang begitu mengerikan dengan mulut bergigi runcing tajam yang menganga lebar, sementara Symbiote Peter Parker mengambil  bentuk  yang tidak terlalu menyeramkan walaupun sisi buruknya telah terekspose dengan jelas.

 

Pada versi komiknya sendiri selama bertahun-tahun Venom telah diungkapkan sebagai pribadi dengan masa lalu gelap kepada para pembaca. Tetapi sejatinya, Symbiote Venom sendiri juga seorang residivis yang dimusuhi oleh jenisnya sendiri. Peristiwa ini terjadi saat planet Klyntar dikuasai oleh makhluk kejam yang memanfaatkan kekuatan para Symbiote untuk membuat kekacauan di berbagai planet. Symbiote Venom pun memberontak dan kabur ke bumi kemudian merasuki Peter sebagai inang pertamanya.

 

Kelemahan Symbiote

Walaupun digambarkan sebagai alien yang haus darah tetapi Symbiote ternyata juga mempunyai kelemahan. Symbiote ternyata lemah terhadap Silver Surfer, gelombang sonic, serta api. Pada film Spider-Man 3, Peter mencoba melepaskan kostum hitam Symbiote dengan melemparkan tubuhnya pada sebuah lonceng. Suara dengung dari lonceng tersebut rupanya membuat makhluk Klyntar tersebut tak tahan.

 

Parasit ini juga takut terhadap api karena tubuh mereka menjadi terlalu panas dan meleleh sehingga tak dapat menempel pada inang atau host-nya. Walaupun telah berkali-kali bertempur melawan Spider-Man tetapi musuh alami dari Symbiote adalah Silver Surfe, The Sentinel of the Spaceaway. Berawal dari sejarah bahwa Silver Surfer pernah membantu Galactus untuk menghancurkan Planet Klyntar.

Selain Peter dan Eddie, satu orang lagi yang juga dirasuki oleh Symbiote pada versi komik adalah Cletus Kasady. Dia adalah pembunuh berantai teman satu sel Eddie yang menjadi inang dari sel Venom. Ia masuk melalui luka di tubuh Cletus hingga membentuk ikatan yang sangat kuat dengan inang tersebut. Ia pun bertransormasi menjadi monster kuat dan kejam hingga untuk mengalahkannya Spider Man harus bergabung bersama Venom.

 

Jangan lewatkan untuk menyaksikannya.