Berkunjung ke masjid Taj Mahal di Malang

Bagi Anda yang hobby traveling, tak perlu menghentikan aktivitas favorit Anda tersebut dengan alasan bulan Ramadhan. Nah, daripada berkunjung ke obyek-obyek wisata komersil atau alam yang mungkin banyak menguras tenaga saat Anda tengah berpuasa, kali ini bagaimana kalau memilih wisata religi. Di desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, telah dibangun sebuah masjid yang mirip dengan bangunan Taj Mahal. Didirikan di tengah areal ladang masyarakat, faktanya masjid itu tak pernah sepi dari pengunjung. Selain untuk beribadah sesudahnya banyak  yang menyempatkan diri untuk sekedar selfie atau berfoto bersama rombongan.

 

Dibangun oleh Yayasan As Sunnah Husnul Khotimah

Yang membuat masjid ini mirip dengan bangunan situs warisan budaya dunia yang terletak di negeri Bollywood tersebut adalah bentuk menara togel online dan kubahnya serta warna cat-nya yang didominasi warna putih. Deden Ferry (34), pengurus takmir masjid tersebut mengharapkan bahwa keindahan arsitektur masjid ini bisa berdampak pada tingginya antusiasme masyarakat untuk memakmurkan masjid.

 

Pembangunan masjid oleh Yayasan As Sunnah Husnul Khotimah tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2012 di atas tanah yang luasnya sebesar 1.8 hektar. Masjid tersebut selesai seluruhnya pada pertengahan tahun 2017 dengan luas mencapai 1.600 meter. Walaupun bagian luarnya memang tampak mirip bangunan Taj Mahal namun bagian dalamnya tetap sebagaimana tempat ibadah masjid lainnya.

 

Deden melanjutkan bahwa saat tahap finishing di tahun 2017 keberadaan masjid ini sudah agak populer. Masjid yang dikatakan mirip Taj Mahal ini sesungguhnya bernama masjid Salman Al Farizi. Dari penuturan pengurus takmir tak diketahui alasan tim arsitektur masjid tersebut mendesain bangunan rumah ibadah ini seperti itu. Pengelolaan masjid ini sekarang dilakukan bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang.

 

Hendak diperluas menjadi pesantren dan wisata religi

Tak hanya masjid, konon di lahan tersebut juga akan dibandung pondok pesantren. Ternyata inilah penyebabnya masjid Taj Mahal ini didirikan di pedesaan, tempat yang jauh dari keramaian. Tentu diperlukan lokasi yang kondusif untuk  mendukung aktivitas belajar dan mengajar agama nantinya. Pihak pengelola juga berniat untuk mengembangkan masjid tersebut menjadi lokasi tujuan wisata religi karena popularitasnya yang kian meningkat.

 

Meskipun demikian pihaknya mengaku bahwa masih belum ada konsep yang jelas tentang itu. Tak jauh berbeda dengan obyek-obyek wisata lainnya, pengelola berharap bisa mendirikan penginapan, sarana rekreasi, serta atraksi wisata yang masih bersentuhan dengan nilai-nilai keagamaan, misalnya siraman rohani bagi pengunjung.

 

Rekomendasi wisata religi di kota Malang

Selain masjid Taj Mahal di Kabupaten Malang, kota Apel ini juga mempunyai sejumlah obyek wisata religi lainnya yang bisa menjadi destinasi liburan Anda. Berikut daftarnya.

  • Kelenteng En An Kiong – Selain menjadi tempat ibadah kelenteng ini juga merupakan pusat kebudayaan masyarakat Tionghoa di Malang. Pada waktu-waktu tertentu secara berkala kelenteng ini menggelar berbagai kesenian seperti barongsai, Wayang Potehi, dan lain-lain.
  • Kompleks makam Ki Ageng Gribig – Tokoh yang dipercaya sebagai penyebar agama Islam pada sekitar tahun 1600-an ini konon juga yang pertama kali membabat hutan untuk dijadikan kota Malang.
  • Pura Amerta Jati – Arsitektur pura ini dibuat semirip mungkin dengan pura Tanah Lot di Bali. Dibangun di pulau kecil Ismoyo di kawasan obyek wisata Pantai Balekambang, untuk mengaksesnya Anda harus meniti jembatan dari bibir pantai menuju ke pulau. Pura ini kerap menjadi lokasi gelaran berbagai ritual agama Hindu.