Fatwa Haram PUBG oleh MUI: eSport Buka Suara

MUI (Majelis Ulama Indonesia) saat ini masih mengkaji fatwa haram permainan PUBG (Player Unknown’s Battlegrounds). Namun MUI pasalnya menargetkan bahwa pengkajian fatwa ini rampung dalam waktu satu bulan ke depan.

Targetkan Fatwa Haram PUBG Selesai Bulan Depan

Amirsyah Tambunan, Wakil Sekjen MUI, mengatakan bahwa penerbitan fatwa haram ini sangat penting untuk bisa menjaga kemaslahatan umat dan anak-anak muda yang kecanduan main PUBG. “Paling lama satu bulan. Bahkan lebih cepat lebih baik, ya, supaya orang-orang tidak bingung, tidak ada keraguan,”ungkap Amirsyah yang ditemui Senin (25/3), di kantor wakil presiden, Jakarta.

PUBG akhir-akhir ini memang menjadi perbincangan setelah kejadian penembakan di Christchurch, Selandia Baru. Pelakunya mengatakan bahwa ia terinspirasi dari gim dengan genre battle royale itu.

Amirsyah mengatakan bahwa MUI sampai saat ini masih meminta masukan dari sejumlah pihak baik dari aspek kesehatan dan juga psikolog, untuk mengkaji permainan itu. Selain PUBG, MUI pun sekarang juga sedang mempertimbangkan permainan serupa yang lainnya yang dianggap bisa membahayakan. “Intinya gim yang menghabiskan waktu, membuat pikiran orang yang menontonnya keracunan, ketergantungan, dan juga melalaikan tugas-tugas yang lebih banyak mudaratnya,” ujarnya lagi dikutip dari CNN Indonesia.

Menurutnya, suatu permainan mesti mengandung konten yang positif dan juga bisa memberikan edukasi. Ia sendiri mengaku khawatir permainan togel sydney yang mengandung kekerasan sampai dengan pornografi ini akan merusak pikiran penggunanya.

“Bahkan bisa tertanam sikap radikal teroris di dalam diri mereka itu. Maka, harus ditolak,” katanya lagi menambahkan.

Karena Kasus Penembakan di Christchurch

Kasus kekerasan dengan cara menembak Jemaah yang tengah melaksanakan sholat di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch yang terjadi pekan lalu, membuat gempar seluruh dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Atas kejadian itu lah akhirnya MUI Jabar pun juga mengecem aksi terorisme tersebut.

Di sisi yang lain, ada sebuah spekulasi bahwa sang pelaku penembakan yang mana menewaskan puluhan orang itu melakukan aksi kejinya karena terinspirasi dari gim PUBG. Atas dasar dugaan itu lah, MUI Jabar akhirnya dimintai tanggapan soal mengkaji dampak negative dari gim daring, khususnya PUBG ini.

Samuel Abrujani, Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berjanji akan memblokir gim PUBG ini jika memang dinilai memang merusak gamer-gamer. Tapi, ia mengatakan, pemblokirannya sendiri harus lah dilalui oleh pengkajian terlebih dulu dari MUI.

Ia menambahkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Asrorun Niam Sholeh, Sekretaris Komisi Fatwa MUI. Menurutnya, Kemenkominfo sebenarnya sudah mempunyai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 soal Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik.

Dan berdasarkan Pasal 8 Permen Kominfo itu, PUBG masuk ke gim yang mana menunjukkan tindakan kekerasan dan Cuma boleh dimainkan pemain yang berusia 18 tahun ke atas saja. Samuel juga mengatakan bahwa PUBG sudah termasuk diklasifikasikan sebagai gim untuk pemain 18 tahun ke atas.

Asosiasi eSport Hormati Pertimbangan MUI

Sementara itu, Asosiasi eSport mengaku bahwa mereka menghormati pertimbangan MUI soal pemblokiran gim pubg INI. “Kita menghormati ya kalau MUI ada pertimbangan untuk mengeluarkan fatwa dan karena kita yakin MUI kan mengeluarkan fatwa itu setelah melakukan kajian-kajian,” ungkap Eddy Lim, President of Indonesia eSport Association, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (22/3) lalu.

Selain itu pihaknya juga menghormati apabila Kemenkominfo memblokir gim PUBG karena dasarnya fatwa MUI tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *